slide show



Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Pulpen Tercanggih di Dunia


Color Picker adalah Pulpen yang bisa mengscan warna dari benda apapun disekitar kita dan bisa digunakan secara instant untuk menggambar / menulis. Caranya, pertama tempelkannya Sensor pada objek yang warnanya kita inginkan, Kemudian tekan tombol scan. RGB cartridge akan berfungsi sehingga warna yang kita inginkan muncul di displaypada pulpen tersebut.



 

Sabtu, 18 Mei 2013

Stadion Sepak Bola yang Menggunakan Tenaga Surya



Stadion yang berada di Taiwan ini memanfaatkan energi surya untuk menghasilkan listrik. Seluruh kebutuhan listrik di stadion ini 100 persen berasal dari PLTS (pembangkit listrik tenaga surya).

Atap seluas 14.155 meter persegi itu dimanfaatkan untuk penempatan 8.844 panel surya, dan cukup untuk memberi listrik bagi 3.300 lampu dan dua layar raksasa.

Stadion ini telah digunakan di tahun 2009 lalu untuk digunakan pada hajatan olah raga dunia, di mana cabang-cabang olah raga yang tidak diakomodasi oleh Olimpiade akan dipertandingkan di sini.

Stadion ini mampu menghasilkan listrik sebesar 1,14 juta KWh, dan mampu mencegah pelepasan 660 ton karbon dioksida ke atmosfir setiap tahunnya. Pada saat stadion ini tidak digunakan, energi listriknya digunakan sebagai cadangan energi listrik untuk disalurkan pada jaringan listrik kota bila dibutuhkan.

Google Sodorkan Internet Berkecepatan 1 Giga/detik

"


Don't be Evil" Itu dulu prinsip Google yang tak mau rakus melahap semua bisnis dari mesin pencari. Kini, yang terjadi malah sebaliknya, bisnis Google merambah-rambah ke mana-mana. Setelah menantang Microsoft dengan mengeluarkan software pengolah kata gratis, menantang Apple dengan meluncurkan ponsel Nexus One, kini Google juga menantang perusahaan penyedia internet ultracepat.

Google akan menyediakan internet dengan kecepatan 1 Gigabit per detik. Ini 100 kali kecepatan kebanyakan internet yang dipakai di Amerika Serikat.

Google akan terjun ke bisnis penyedia layanan internet di Amerika Serikat. Saat ini mereka sedang menguji coba jaringan serat optik yang menjangkau 50 ribu sampai 500 ribu orang. Petinggi Google berkilah, layanan internet kencang ini untuk melayani kebutuhan koneksi yang baik, seperti mengunduh video dan berkas lebih cepat. Google berharap dengan layanan ini orang bisa menikmati YouTube secara optimal. Google agak frustasi dengan layanan yang selama ini tersedia.

Rencana itu disambut sikap skeptis para pengusaha internet kabel dan telepon. "Mereka tak serius. Mereka tak pernah menyebut berapa besar dana yang ditanamkan untuk proyek ini," kata seorang analis telekomunikasi.

Pejabat Google mengatakan proyek ini adalah "semacam laboratorium untuk meyakinkan Komisi komunikasi Federal (badan regulator komunikasi di Amerika). Itulah cara kami meletakkan uang," Manajer Produk Google Minnie Ingersol berkilah.

Google mengatakan mereka belum akan menyaingi raksasa penyedia jaringan internet yang berskala nasional seperti Comcast Corp atau Verizon Communication Inc.

Saat ini Amerika memang tertinggal dalam soal penetrasi internet ultrakencang. Negeri raksasa dengan populasi terbanyak nomor dua setelah Cina itu cuma memiliki 75 juta pelanggan internet berkecepatan tinggi.

Verizon mengatakan telah menghabiskan US$23 juta untuk mengganti kabel tembaga dengan serat optik. Cara ini diharapkan bisa membuat internet melaju lebih kencang.

Untuk Pertama Kalinya Google Memperlihatkan 8 Server Terbesarnya


Bangunan pusat data Google sangat besar hingga Google harus menyediakan sepeda buat para insinyur nya untuk melakukan tugasnya.


Google telah memberikan kesempatan langka untuk melihat dari dalam  bagaimana keadaan server google sebagai pusat layanan data terbesar di seluruh dunia.

Mereka juga membeberkan bagaimana server memproses permintaan pencarian di internet, atau YouTube menayangkan video klip dan mendistribusikan email bagi jutaan orang.

Dengan ratusan ribu server, kabel berwarna-warni dan bahkan insinyur pun membutuhkan sepeda untuk dapat berkeliling dengan cepat.



"Untuk alasan prioritas, privasi dan keamanan data Anda. Sangat sedikit orang yang bisa melangkah masuk pusat data Google, dan kami berusaha keras untuk melindunginya, menjaga situs kami di bawah penjagaan ketat,".

"Sementara kita sudah berbagi banyak desain dan praktik terbaik, dan kami telah menerbitkan efisiensi data kami sejak 2008, bahkan hanya beberapa karyawan saja yang memiliki akses ke lantai server.

"Hari ini, untuk pertama kalinya, Anda dapat melihat ke dalam pusat data kami !!!"



'Di tempat  dimana Internet berkembang, situs baru kami menampilkan foto-foto indah oleh Connie Zhou, Anda akan mendapatkan tampilan teknologi yang tidak pernah diperlihatkan sebelumnya, orang-orang dan tempat-tempat yang membuat Google bertahan. "




Situs yang memiliki foto dari dalam di delapan pusat data yang Google adalah di Amerika Serikat, Finlandia dan Belgia.
Google juga membangun pusat data di Hong Kong, Taiwan, Singapura dan Chili.
Virtual tour dari North Carolina data center juga akan tersedia melalui layanan ini Google 'Street View', yang biasanya digunakan untuk melihat foto-foto lingkungan di seluruh dunia.






Pusat data merupakan pusat saraf Google, meskipun tidak ada yang terletak di dekat kantor pusat di Mountain View, California

Google berkembang dari akarnya di Silicon Valley , pendiri perusahaan Larry Page dan Sergey Brin bekerja dengan insinyur lain untuk mengembangkan sistem yang menghubungkan server komputer berbiaya murah dengan cara memberikan digital roadmap untuk semua informasi dunia.




Awalnya, Google hanya ingin fokus pada kekuatan untuk mengindeks semua situs di Internet dan memberikan respon cepat untuk permintaan pencarian. Pada perkembanganya Google diperluas ke pasar lain, perusahaan harus terus menambahkan lebih banyak server untuk menyimpan video, foto, email dan informasi tentang preferensi pengguna mereka '.

Google menerima dan mengumpulkan lebih dari 1 miliar orang yang menggunakan layananya dan telah membuat perusahaan menjadi sasaran keluhan privasi di seluruh dunia.





 Google mempelajari  permintaan pencarian Internet dan kebiasaan surfing web dalam upaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari apa yang orang suka. Perusahaan melakukan hal ini dalam upaya untuk menampilkan iklan produk dan jasa kepada masyarakat yang kemungkinan besar akan tertarik untuk membelinya. Iklan menyumbang hampir semua pendapatan Google, yang mencapai hampir $23.000.000.000 !!! dalam paruh pertama tahun ini.





Walaupun  memungkinkan bagi siapa pun dengan browser Web  mengintip ke pusat data mereka, Google berniat untuk menjaga ketat akses fisik ke gedung-gedung tersebut. Perusahaan juga tidak menyatakan tentang berapa banyak komputer di pusat data, mereka hanya mengatakan bahwa ratusan ribu mesin siap untuk menjalankan layanan Google.


Kebutuhan Google untuk komputer yang begitu banyak telah merubah perusahaan Google sebagai pengguna listrik besar, meskipun manajemen mengatakan akan terus mencari cara untuk mengurangi konsumsi daya untuk melindungi lingkungan dan menurunkan pengeluaran.



 





Apa Itu Google Plus? Saingannya Facebook?


Google Plus (Google +) adalah jejaring sosial baru yang diluncurkan oleh raksasa internet, google. Tentu saja hal ini dilakukan untuk mengikis dominasi Facebook yang sangat berjaya di dunia jejaring sosial dalam beberapa tahun ini. Google plus sebenarnya adalah usaha kesekian google untuk melawan facebook setelah sebelumnya mencoba menelurkan google wave, google buzz dan orgut namun hal tersebut sepertinya sia-sia karena respon pengguna internet sangat minim dan nampaknya masih lebih setia menggunakan facebook daripada produk-produk google tersebut. Nah bagaimana dengan google plus ini?


“Kami ingin memperbaiki pengalaman berbagi di Internet sebelumnya,” kata engineer senior Google, Vic Gundotra, seperti dikutip dari Bangkok Post, Rabu 29 Juni 2011.

Google plus ini mirip dengan Facebook. Para penggunanya bisa menulis status di Google Plus, mengunggah foto dan tautan, seperti yang biasa dilakukan di Facebook. Bedanya, menurut Gundotra, Google Plus (Google+) bisa memisahkan anggota di jejaringnya dengan kelompok-kelompok. Misalnya, kelompok kerja dan kelompok rekan kerja.


“Sebab tidak semua hubungan kita sama. Seperti hubungan kita dengan bos pasti berbeda dengan hubungan kita dengan orang tua kita,” katanya. Gundotra menjelaskan, Facebook banyak dikritik soal kelompok-kelompok itu. Banyak status pengguna yang tak ingin dilihat oleh seseorang di jaringannya. Namun sekarang Google Plus sudah menyediakan fitur tersebut.

Oleh karena itu, lanjutnya, Google memecahkannya dengan membuat Google Plus ( Google+ ) yang memudahkan pengguna memisahkan anggota di jaringannya dalam kelompok berbeda sesuai kepentingan masing-masing.

Peluncuran Google Plus (Google+) ini menjadi pertaruhan Google untuk masuk ke pertarungan jejaring sosial. New York Times menulis Google+ sepertinya terlambat masuk ke kancah ini.

Menurut datacomScore, pada Mei tahun ini, sebanyak 180 juta orang mengunjungi situs Google termasuk YouTube. Angka ini memang lebih besar dari Facebook yang dikunjungi 157,2 juta orang. Namun, para Facebooker rata-rata menghabiskan waktu 375 menit. Adapun pengunjung Google hanya menghabiskan waktu 231 menit.

Nah, bagaimana kelanjutan Google Plus (Google+) di tengah persaingan dunia jejaring sosial? Patut untuk ditunggu!

Sedikit Layoutnya:

http://jogetmp3.com/wp-content/uploads/2011/07/google+.png



http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/google_plus.jpg




Notifikasi juga muncul di halaman google search



Galeri Foto:







Instant upload dari Android


Profile Page


Terhubung dengan Google Latitude dan Google Maps


Video, mungkin nanti terhubung sama Youtube


Plus One!!


Hangout


Grup video chat sampe 10 orang


Bisa nonton youtube bareng..


Yang paling aktif muncul di layar besar

Video:













Webnya: https://plus.google.com/

9 Alasan Beralih dari Facebook ke Google Plus


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihKApLpN9wWEz_tzeSonXozXqCwmVLoNnPNEzyVg9TGFRUDmoCDs3WC8YJUlwlzIdyYoW86-ezPCB2ngQGwhOEoeZQ8PxGHPA7SflJDiU54ZHRcL8lweF6rKIJTS5SExMt27NDpgXZptI/s320/google-plus-icon.jpg

1. Integrasi dengan layanan Google

Porsi terbesar yang dimiliki Google untuk menarik orang menggunakan Google+ ialah integrasi. Artinya Google akan membangun fitur dan peralatan Google+ ke hampir semua layanan online-nya mulai dari pencarian dokumen hingga Video. Google+ sudah diintegrasikan ke hampir keseluruhan produk Google.

Ini memperkenankan Anda memonitor semua peristiwa Google+ (pesan, update, dan lain-lain) sewaktu membagi konten dengan teman tanpa meninggalkan layanan Google yang sedang Anda gunakan. Jutaan orang menggunakan layanan gratis Google (Gmail, Dokumen, Pencarian, dll.), dan dengan keterikatan layanan tersebut dengan Google+ mungkin akan mudah bagi seseorang meninggalkan Facebook.

2. Manajemen pertemanan yang lebih baik

Google benar bahwa konsep "lingkaran" atau Circle lebih sesuai dengan cara kita berteman di kehidupan nyata. Kita memiliki banyak jenis teman, dan kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbagai cara yang berbeda. Fitur Grup Facebook memperkenankan anda membentuk grup khusus teman, tapi dibandingkan dengan yang dilakukan di Google+, itu nampaknya tidak praktis. Lagi pula, Fitur Grup Facebook masih baru (tambahan), sedangkan Circle merupakan landasan dari platform Google+.

3. Aplikasi mobile yang lebih baik

Jika Anda adalah pengguna Android, anda bisa tahu bahwa memperoleh konten dari telepon Anda ke platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+. Aplikasi tersebut memang sudah mantap, tapi Google akan tetap mencari dan mencari cara untuk membuat Android anda menjadi anggota tubuh dari platform sosial Google+ anda. Google berharap untuk menggunakan basis pengguna Android-nya yang besar sebagai suatu bagian melawan Facebook, yang aplikasi mobile-nya walau kelihatan cantik tapi sedikit kikuk untuk digunakan.

4. Lebih gampang menemukan hal untuk dibagi

Fitur Spark Google+ merupakan satu lagi hal penting yang membedakannya dari Facebook. Spark ialah di mana Google mengungkit mesin pencarinya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan Facebook yaitu memberikan pengguna aliran informasi instan yang relevan untuk dibagi bersama teman. Lantaran Facebook tidak memiliki mesin pencari, penggunanya harus meninggalkan situs itu untuk mencari data yang dapat dibagi atau menunggu teman mereka membaginya dengan mereka. Pertanyaan "bagaimana saya mencari sesuatu untuk dibagi" secara langsung dijawab dengan Spark.

5. Anda dapat mengambil kembali data Anda

Facebook dikenal kurang handal menangani data pribadi. Misalnya Anda dipaksa untuk membuat bagian tertentu data pribadi anda tampil ke publik, dan sangat sulit untuk secara permanen menghapus profil Facebook Anda. Di lain pihak, Google membuatnya mungkin bagi Anda untuk mengambil semua data yang Anda tempatkan di Google+ lalu pergi. Hal ini dilakukan melalui perangkat Google+ yang disebut "Data Liberation". Dengan hanya beberapa klik anda dapat mengunduh data dari Picasa Web Albums anda, Profil Google, Google+ stream, Buzz dan kontak.

6. Melabel foto lebih baik

Ketika melihat foto di Google+ anda dapat melabel nama orang-orang di dalamnya mirip dengan di Facebook. Anda membuat persegi empat kecil di sekitar wajah mereka, kemudian mengetikkan nama mereka pada kotak di bawahnya atau memilih salah satu nama yang diterka Google+. Namun ada perbedaan besar di mana Google menangani aspek privasi dalam melabel foto. Ketika Anda melabel seseorang, akan ada catatan seperti ini "Menambahkan label ini akan memberitahukan orang yang anda labelkan. Mereka dapat foto dan album terkait". Di lain pihak, Facebook tidak melakukan usaha untuk memperingatkan orang bahwa mereka telah dilabel (mungkin saja dalam foto yang tidak baik) dan memberikan mereka kesempatan langsung untuk mengeluarkan (remove) label itu.

Google juga telah memutuskan untuk sedikit malu menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sekarang digunakan Facebook untuk secara otomatis mengidentifikasi orang dalam foto yang diunggah ke album pengguna.

7. Fitur obrolan grup yang mantap

Google+ memiliki fitur yang mengalahkan Facebook dalam urusan obrolan. Gampang untuk membuat grup khusus obrolan vidio dengan menggunakan fitur Hangouts pada Google+, dan membuat grup khusus untuk mengobrol nampaknya merupakan sesuatu yang alami dan menyenangkan untuk dilakukan dalam jejaring sosial. Hal yang mirip juga dilakukan oleh aplikasi mobile Huddle yang membuat pengguna Android memulai obrolan teks grup. Facebook tidak menawarkan perangkat ini.

8. Membagi konten lebih aman

Anjuran privasi sudah lama meminta situs jejaring sosial untuk memperkenankan pengguna menentukan tingkat privasi setiap konten yang dibagi, daripada menggunakan daftar penyetelan awal yang menentukan semua konten yang dibagi. Google nampaknya mendengar permintaan itu, dan membangun kapabilitas tersebut ke dalam Google+. Sebagai contoh, jika saya membagikan artikel atau mengunggah gambar dari kamera, Google+ memberikan saya pilihan lingkaran teman mana yang ingin saya bagikan konten tersebut. itu merupakan keuntungan Google+.

9. Google lebih baik mengurusi data pribadi Anda

Menjalankan sebuah jejaring sosial, semuanya tentang tanggung jawab untuk mengurusi informasi pribadi pengguna. Facebook merupakan perusahaan muda yang bergerak cepat yang telah terbukti angkuh dalam pergerakannya, kurang begitu peduli kepada privasi data pengguna, dan mudah diakses orang lain. Di lain pihak, Google merupakan perusahaan yang jauh lebih matang yang terlihat jauh lebih terpercaya ketimbang Facebook. Sebagian besarnya, Google telah beroperasi berdasarkan slogannya "Jangan Menjadi Jahat".

70 Tahun Evolusi Ponsel



Ponsel kini seperti telah menjadi gadget wajib setiap orang. Perhatikan saja orang yang Anda jumpai di jalan. Kemungkinan besar sebatang ponsel menyelip di saku celana atau kemeja mereka.
Namun tahukah Anda bahwa perjalanan ponsel telah menempuh proses evolusi selama 70 tahun? Situs WonderHow To mengabadikan perjalanan evolusi ponsel itu.
1. SCR-194 (1938)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Alat komunasi ini adalah 'mbahnya' ponsel. SCR-194 dan SCR-195 adalah radio AM portabel pertama di dunia. Ia dibuat oleh US ARMY Signal Corps Engineering Laboratories di Fort Monmouth, New Jersey. Alat yang dipandang sebagai walkie talkie pertama itu bobotnya sekitar 11 kg dan berdaya jangkau 8 km.
2. SCR-300 (1940)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Alat ini adalah pengganti SCR-195. Dikembangkan oleh Motorola, SCR-300 merupakan radio FM portabel yang digunakan oleh pasukan sekutu pada perang dunia II. Bobotnya antara 14-17 kg, dengan radius jangkauan 4,8 km.
3. SCR-536 (1942)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Motorola memproduksi 'handie talkie' ini untuk AS, sebagai pengembangan dari dua alat komunikasi sebelumnya. Dengan menggunakan teknologi radio AM, SCR-536 beratnya jauh lebih ringan, yakni hanya 2,27 kg dengan daya jangkau 1,6 km.
4. MTA (1956)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Mobile System A (MTA) ini adalah perangkat komunikasi besutan Ericsson dan digunakan oleh Swedia. Bobotnya 40 kg atau setara dengan bobot 300 unit ponsel iPhone.
5. DYNATAC (1973)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Motorola membuat prototipe telepon portabel Dynamic Adaptive Total Area Coverage (DYNATAC) sebagai ponsel pribadi praktis pertama. Di gambar, bekas Wakil Presiden Motorola Martin Cooper tengah menelepon pesaingnya dari Bell Labs, Joel S Engel.
6. DynaTAC (1983)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Sepuluh tahun setelah kemunculan prototipe DynaTAC, Motorola mulai memasarkan ponsel ini ke publik. Dengan bobot seberat 0,9 kg, DYNATAC bekerja di jaringan teknologi AMPS, layanan selular analog generasi pertama di Amerika Utara.
7. MicroTAC (1989)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Motorola memperkenalkan MicroTAC yang merupakan desain ponsel flip pertama di dunia. Desain ini mengurangi ukuran ponsel saat tidak digunakan. Dengan ukurannya yang kecil. MicroTAC juga merupakan ponsel saku pertama di dunia.
8. StarTAC (1996)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Melanjutkan lini TAC-nya, Motorola kemudian meluncurkan ponsel clamshell pertama bernama StarTAC yang bisa dilipat seperti cangkang kerang. Menurut Motorola, ponsel ini terinspirasi oleh perangkat komunikasi yang muncul pada film serial Star Trek.
9. Communicator (1997)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Nokia 9000 Communicator adalah ponsel yang membawa pengguna memasuki era ponsel pintar atau smartphone. Dengan desain clamshell-nya, ponsel ini yang pertama menyediakan layar LCD serta papan kunci QWERTY yang utuh.
10. Benefon (1999)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Geosentric merupakan vendor ponsel pertama yang membuat ponsel yang terintegrasi dengan perangkat GPS. Tak cuma itu, ponsel bernama Benefon ini tahan cipratan air, menggunakan greyscale, serta menyediakan peta untuk melacak posisi dan pergerakan pengguna.
11. VP-201 (1999)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Di Jepang, Kyocera meluncurkan ponsel VP-201 yang merupakan ponsel pertama yang memiliki kamera terintegrasi.
12. BlackBerry 5810 (2002)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
RIM meluncurkan perangkat BlackBerry pertama yang terintegrasi dengan ponsel. Ini adalah ponsel yang menyasar pengguna profesional yang membutuhkan layanan email seketika dan penyesuaian skedul. Kelemahannya, perangkat ini tak punya speaker dan mikrofon.
13. iPhone (2007)
Apple iPhone
Steve Jobs mulai mengenalkan Apple iPhone pada 2007, sebuah ponsel pintar revolusioner yang menggunakan layar sentuh sekaligus mengadopsi teknologi 3G.
14. HTC EVO 4G (2010)
From Backpack Transceiver to Smartphone: A Visual History of the  Mobile Phone
Ponsel ini adalah ponsel pertama yang mengadopsi standar 4G, dan beroperasi di jaringan WiMAX. Dengan sistem operas Android 2.1, ia merupakan ponsel berlayar sentuh paling besar, kamera 8 MP, perekam video definisi tinggi, keluaran HDMI, fitur Mobile Hotspot, dan antar muka HTC Sense.